unik
sekali, namun klise... awal puasa semuanya udah kompak, puasa nya
bareng2, gak ada ribut2 seperti beberapa tahun yang lalu. aku pun ngikut
puasa semampunya, alhamdulillah, secara teknis puasa saya belumlah
bolong... meski menjalani puasa kali ini dari tahun ketahun makin
menyenangkan, kok malah semakin klise dan kehilangan makna bagi banyak
pihak di sekitarku..
hmmm, mulai dari televisi.... acara di bulan ramadhan yang tidak aku tonton sama sekali... semuanya terbungkus dengan kemasan2 lama yang makin bikin ilfil. aku lebih memilih nongkrong diwarung kopi bersama teman2, guyon, ngobrol2, yang sering menjurus ke hal yang positif dalam masalah bertindak tanduk dalam lingkup agama islam... kadang sehh,gak sering.. tapi itu cukup menyenangkan dan jelas membuat aku memilih itu dari pada menonton tipi ...
keseharian puasa... menyenangkan sekali,meski sekarang aku lebih jarang ketemu orang... aku lebih sering mencet keyboard PCku dan maen gitar, dari pada keluar jalan2,ngabuburit dan sebagainya yang justru menantang puasa ku kedalam sebuah jeopardy....mengecewakan sekali, seharusnya dengan waktu luang lebih banyak,..bukankah itu adalah saat bersilaturahmi...saat untuk memperbaiki hal2 yang terbengkalai selama ini... balik lagi, untung saya tetap nongkrong ngopi dan sempat menghadiri buka puasa bersama teman2 sma dulu,... tahun kemarin aku gak ngikut soalnya...
dan pada akhirnya lebaran, moment ini yang banyak ditunggu oleh banyak orang.. semua telah bekerja keras demi 1 hari idul fitri,.. nyiapin tabungan, beli baju baru, beberapa orang lain telah banyak mencanangkan strategi dagang untuk hari itu.. MUDIK! ya...mudik, semuanya pada bribet berebut waktu luang untuk merayakan hari kemenangan idul fitri... aku dewe gak mudik, mo mudik kemana? mbah2ku udah meninggal semua, bapak ibukku mbarep.. sodara2 datengnya kerumah mbatu semua...
aku merasa beruntung sebenarnya, tidak ikut terlarut dengan kesibukan orang lain yang begitu bribet, setidaknya sementara ini....
nah, ternyata.. apa yang terjadi jika lebaran ditunda sehari lagi?
wow... banyak sekali yang menggerutu... lebaran kok mundur.. gak sesuai jadwal, wah gak asik...gak ngurus, sing penting riyoyo... sepele, seperti becanda... no, saya tidak ingin bercanda dengan hal2 seperti ini
banyak yang update status yang aneh bin ajaib.. termasuk " lebaran gak lebaran sama saja, yang penting bermaaf2an".. terdengar bagus,,.. tapi irasional... bagaimana mungkin kita tidak merayakan idulfitri? sebulan penuh puasa yang benar2 kehilangan makna, jika kita sendiri tidak mampu memaknai sebuah akhir dari bulan penuh berkah dan bagaimana cara mengakhiri sebuah berkah. termasuk juga kerinduan ramadhan yang jarang sekali terdengar... jarang sekali terdengar dengan sungguh2...
aku sendiri sekarang lagi kebingungan untuk berzakat,..karena ingin mengakhirkan zakat, gimana kalo nanti jam 2 malem ada takbir bergema tanda idul fitri? haduh, mumet iki...
lebaraN kali ini yang per detik ini masih belum.. membuatku malah berpikir.. mungkinkah ini adalah sebuah sindiran dari ALLah yang menyentil kita terhadap hal hal yang telah kita lakukan terhadap idul fitri? banyak hal yang telah menodai makna dari idul fitri.. sudah terlalu banyak kali ini.......
atau kah sebuah kesempatan langka dari ALLAh untuk kita, kita diberikan lagi bonus sehari ramadhan untuk melakukan hal yang benar dibulan ramadhan?
sehari penuh ramadhan lagi, untuk mengevaluasi SEMUA puasa2 kita, amalan2 kita... sehari penuh untuk beristighfar, betapa kita telah terjebak rutinitas sekuler yang seakan2 bernafaskan islam?
masya ALLAH, saya minta segala kemudahan dan maaf dari MU ya ALLAH...
hmmm, mulai dari televisi.... acara di bulan ramadhan yang tidak aku tonton sama sekali... semuanya terbungkus dengan kemasan2 lama yang makin bikin ilfil. aku lebih memilih nongkrong diwarung kopi bersama teman2, guyon, ngobrol2, yang sering menjurus ke hal yang positif dalam masalah bertindak tanduk dalam lingkup agama islam... kadang sehh,gak sering.. tapi itu cukup menyenangkan dan jelas membuat aku memilih itu dari pada menonton tipi ...
keseharian puasa... menyenangkan sekali,meski sekarang aku lebih jarang ketemu orang... aku lebih sering mencet keyboard PCku dan maen gitar, dari pada keluar jalan2,ngabuburit dan sebagainya yang justru menantang puasa ku kedalam sebuah jeopardy....mengecewakan sekali, seharusnya dengan waktu luang lebih banyak,..bukankah itu adalah saat bersilaturahmi...saat untuk memperbaiki hal2 yang terbengkalai selama ini... balik lagi, untung saya tetap nongkrong ngopi dan sempat menghadiri buka puasa bersama teman2 sma dulu,... tahun kemarin aku gak ngikut soalnya...
dan pada akhirnya lebaran, moment ini yang banyak ditunggu oleh banyak orang.. semua telah bekerja keras demi 1 hari idul fitri,.. nyiapin tabungan, beli baju baru, beberapa orang lain telah banyak mencanangkan strategi dagang untuk hari itu.. MUDIK! ya...mudik, semuanya pada bribet berebut waktu luang untuk merayakan hari kemenangan idul fitri... aku dewe gak mudik, mo mudik kemana? mbah2ku udah meninggal semua, bapak ibukku mbarep.. sodara2 datengnya kerumah mbatu semua...
aku merasa beruntung sebenarnya, tidak ikut terlarut dengan kesibukan orang lain yang begitu bribet, setidaknya sementara ini....
nah, ternyata.. apa yang terjadi jika lebaran ditunda sehari lagi?
wow... banyak sekali yang menggerutu... lebaran kok mundur.. gak sesuai jadwal, wah gak asik...gak ngurus, sing penting riyoyo... sepele, seperti becanda... no, saya tidak ingin bercanda dengan hal2 seperti ini
banyak yang update status yang aneh bin ajaib.. termasuk " lebaran gak lebaran sama saja, yang penting bermaaf2an".. terdengar bagus,,.. tapi irasional... bagaimana mungkin kita tidak merayakan idulfitri? sebulan penuh puasa yang benar2 kehilangan makna, jika kita sendiri tidak mampu memaknai sebuah akhir dari bulan penuh berkah dan bagaimana cara mengakhiri sebuah berkah. termasuk juga kerinduan ramadhan yang jarang sekali terdengar... jarang sekali terdengar dengan sungguh2...
aku sendiri sekarang lagi kebingungan untuk berzakat,..karena ingin mengakhirkan zakat, gimana kalo nanti jam 2 malem ada takbir bergema tanda idul fitri? haduh, mumet iki...
lebaraN kali ini yang per detik ini masih belum.. membuatku malah berpikir.. mungkinkah ini adalah sebuah sindiran dari ALLah yang menyentil kita terhadap hal hal yang telah kita lakukan terhadap idul fitri? banyak hal yang telah menodai makna dari idul fitri.. sudah terlalu banyak kali ini.......
atau kah sebuah kesempatan langka dari ALLAh untuk kita, kita diberikan lagi bonus sehari ramadhan untuk melakukan hal yang benar dibulan ramadhan?
sehari penuh ramadhan lagi, untuk mengevaluasi SEMUA puasa2 kita, amalan2 kita... sehari penuh untuk beristighfar, betapa kita telah terjebak rutinitas sekuler yang seakan2 bernafaskan islam?
masya ALLAH, saya minta segala kemudahan dan maaf dari MU ya ALLAH...