Thursday, August 30, 2012

bread crumbs of/to(?) wisdom

bread crumbs of wisdom : remah2 dari kebijaksanaan
bread crumbs to wisdom: remah2 menuju kebijaksanaan

mana yang tepat? yang jelas aku sangat suka istilah ini... aku mengetahuinya dari cerita nak kanak bule yang berjudul "hansel n gretel" , baca nya duluuuuu di majalah bobo,.. sebuah cerita anak2 terjemahan yang punya inti unik..

menggunakan remah2 roti sebagai penunjuk jalan kembali pulang kerumah..

karena aku sudah besar, cerita ini pun ide dan konsepnya meluas, terpotong2 dan tidak lagi bisa ditelan mentah2.. dan ternyata, remah2 roti ini memang tercecer dimana2 dikehidupanku... analogi yang hebat untuk segala hal...

untuk mendapatkan sesuatu yang besar artinya bagi kita, itu tidaklah mudah...  kupikir, satu2nya sifat manusia yang superlative itu adalah "maha tidak mampu", karena manusia terikat oleh sumpah waktu.... semua harus ditempuh dengan keteguhan hati dan proses, ide dan eksperimen, niat dan perbuatan... buset, males ngejelasin nya... kapan2 ae, soal "manusia terikat sumpah waktu" iki...

menjadi bijaksana bukanlah instan karena kebijaksanaan pun tak akan mungkin bisa dibungkus dengan kemasan siap saji seperti popmie..

perjalanan mendapatkan kebijaksanaan itu bagai mencari remah roti untuk bisa menemukan jalan pulang...

kita akan selalu mungkin untuk bisa mendapatkan remah2 itu di setiap detik momen hidup kita,...mudah bukan? trus apa masalahnya?

masalahnya tentu ketika remah roti hansel dimakan oleh burung2 hutan, dan mereka, hansel dan gretel, tersesat dalam hutan..

apa yang terjadi ketika kita tidak bisa menemukan remah2 makna hidup untuk menemukan kebijaksanaan? apa yang bisa kita lakukan didalam hutan gelap dan tak tau arah?

pertama adalah MAU mengakuinya... ya, saya sedang tersesat dan tak tau arah...



dan kali inipun, cerita hansel dan gretel berhenti untuk bisa lanjut menginspirasi tulisan ini.. karena dalam cerita, mereka benar2 nyasar ke rumah nenek sihirrr...

(dejavu yang kurasakan disaat ini adalah sensasional, it happens when i write things, scary isn't it? hahaha..)



apa yang harus kita lakukan, setelah tau dan mengakui diri kita tersesat?

iqro' , read, bacalah...

semua signs disekitar kita, yakinlah bahwa kita gak segoblok hansel dan gretel,... kita tidak akan tertipu akan tujuan awal kita menggunakan remah roti adalah pulang, bukan memungut roti untuk menemukan roti raksasa berbentuk rumah..

yakinlah bahwa rumah nenek sihirrr yang berbentuk blackforrest cake raksasa itu, atau rainbow cake lahh, :) whatever it took shape,... bukanlah rumah kita...

ingat kembali tujuan kita.. tujuan kita adalah pulang, bukanlah roti untuk kenyang


dan remah2 kebijaksanaan itu bukanlah remah roti biasa seperti milik hansel dan gretel

yakinlah bahwa remah2 kebijaksanaan itu tidak akan habis diambil siapapun,.. remah2 kebijaksanaan akan selalu ada untuk membantu siapapun juga, meskipun tersembunyi...

read all the signs..

apa yang bisa dilanjutkan dari tulisan ini? tidak ada untuk saat ini,...

kita semua sedang mencoba membaca

ini adalah remah2ku untuk mendapatkan kebijaksanaan dan aku tidak akan ngotot untuk menuliskan apa yang lebih dari yang aku tahu saat ini.. karena, it is useless for me and pointless for everyone who read this..

beruntunglah kebijaksanaan itu benar2 tidak berbentuk roti... karena jika iya, maka dunia ini memang terlahir untuk kekacauan.

semoga semua kekacauan ini segera berakhir, karena aku sudah tidak mampu lagi menuliskan esensi jurnal kali ini.....

semakin memalukan karena berbau hipokrit dan membutuhkan kurator...

No comments:

Post a Comment